Depresi adalah gangguan serius dengan gejala yang nyata
Depresi
Depresi atau major depresive disorder (MDD) adalah gangguan perasaan atau suasana hati (mood) yang menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus dan tidak kunjung menghilang. Individu dapat membuat seseorang kehilangan minat dengan hal-hal yang disukai, kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang normal, dan terkadang merasa hidup tidak layak untuk dijalani.
Depresi terjadi ketika ada perasaan tertekan yang membuat individu merasa sedih selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dan berlarut-larut.
Depresi adalah suatu gangguan mental yang nyata dengan gejala yang nyata. Berbeda dengan kesedihan yang biasanya, depresi adalah suatu keadaan yang lebih dari hanya sekedar rasa sedih yang dapat menghilang dalam beberapa hari dan tidak dapat hanya dengan kata-kata penyemangat saja serta dapat menganggu kehidupan sehari-hari individu. Terkadang penderita bahkan tidak sadar sedang mengalami depresi.
Oleh karenanya, kepekaan orang-orang sekitar, penanganan yang tepat, dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu penderita menghadapi depresi yang dialami.
Tanda dan Gejala Depresi
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), individu dapat didiagnosis mengalami depresi jika gejala-gejala yang dialami tetap ada selama periode dua minggu dan setidaknya tedapat lima gejala yang terlihat dari sembilan gejala-gejala yang dicantumkan. Selain itu, salah satu dari kelima gejala yang dialami haruslah kehilangan minat atau rasa senang, atau suasana hati yang tertekan atau murung. Berikut adalah gejala-gejala dari individu yang mengalami gangguang depresi:
- Hilangnya minat atau rasa senang pada hampir semua aktivitas (anhedonia).
- Suasana hati yang tertekan atau murung, pada anak-anak dan remaja, suasana hati dapat berupa kekesalan atau kemarahan.
- Gangguan tidur (insomnia atau hypersomnia).
- Adanya perubahan berat badan atau gangguan pada nafsu makan yang signifikan, pada anak-anak, hal ini terlihat dalam bentuk kegagalan mencapai kenaikan berat badan yang diharapkan.
- Perasaan tidak berharga.
- Gangguan pada psikomotor (psychomotor retardation), berupa kesulitan untuk melakukan hal-hal sehari-hari, atau kecemasan yang berefek pada psikomotor (psychomotor agitation), seperti mengelilingi ruangan atau mengetuk-ngetukan kaki di lantai.
- Kelelahan atau kehilangan energi.
- Pikiran yang sering atau berulang tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri (secara tidak spesifik maupun adanya rencana yang terperinci), atau usaha untuk bunuh diri.
- Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, keragu-raguan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar