Selasa, 06 Juli 2021

Mengenal Penyakit Ebola

Ebola


Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi

Ebola

Ebola adalah penyakit mematikan yang tepatnya berasal dari Afrika. Kondisi ini dapat ditularkan oleh hewan dan manusia.Infeksi virus ebola menyebabkan demam yang disertai dengan perdarahan hebat dan kegagalan organ, sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Manusia dapat tertular virus ebola dari hewan. Penyakit ini juga bisa ditularkan antarmanusia, yakni melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau jarum yang sudah terkontaminasi.

Penyakit ebola pernah menyebabkan wabah besar pada tahun 2014-2015 di tiga negara Afrika Barat, yaitu Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Beberapa kasus ebola juga terjadi di Afrika Tengah.Penanganan ebola yang utama adalah memberikan cairan yang cukup dan terapi berdasarkan gejala yang dialami oleh penderita.

Saat ini vaksin ebola sudah disetujui oleh FDA dan telah digunakan untuk membantu dalam mengendalikan penyebaran wabah ini di Guinea serta Republik Kongo.


Tanda dan Gejala Ebola

Secara umum, tanda dan gejala ebola meliputi:

  • Muntah

  • Diare

  • Sakit perut

  • Demam

  • Sakit kepala yang berat

  • Nyeri otot

  • Pendarahan yang tidak jelas atau memar

  • Kelemahan atau kelelahan

Gejala akan muncul antara 2-21 hari setelah kontak dengan virus, dan rata-rata terjadi pada hari ke-8 hingga ke-10.Mungkin saja ada tanda dan gejala ebola yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.


Penybab Ebola

Penyebab ebola adalah virus ebola dari kelompok virus Filoviridae atau Filovirus. Virus ini diduga berasal dari kelelawar buah di Afrika.Virus ebola bisa ditularkan dari hewan ke manusia, maupun antarmanusia. Beberapa jenis hewan yang dapat menyebarkannya meliputi:

  • Simpanse

  • Antilop hutan

  • Gorila

  • Monyet

  • Landak

Sementara pada penularan antarmanusia terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang sudah terinfeksi virus ebola. Misalnya, darah, ASI, feses, air liur, sperma, keringat, urine, bahkan muntah.Virus bisa masuk ke tubuh manusia lewat mata, hidung, mulut, kulit yang luka, serta hubungan seksual.Para pekerja kesehatan juga memiliki risiko tinggi untuk tertular penyakit ini karena mereka seringkali harus berhubungan dengan darah dan cairan tubuh.Sementara itu, faktor risiko ebola lainnya meliputi:

  • Paparan terhadap objek yang terkontaminasi seperti jarum

  • Menghadiri pemakaman penderita ebola

  • Bepergian ke daerah wabah ebola


Mengenal Penyakit Dermatitis


Dermatitits


Penderita dermatitis biasanya merasakan gatal pada kulit, yang disertai pembengkakan.

Dermatitis

Dermatitis adalah istilah umum yang merujuk pada proses peradangan yang terjadi pada kulit. Penderita dermatitis umumnya mengeluhkan gejala gatal disertai kulit yang nampak kering, membengkak, memerah, dan dapat disertai dengan melepuhnya kulit, keluarnya cairan pada kulit, dan kulit berkerak. 

Ada bermacan-macam penyebab dan tipe dari dermatitis. Sejumlah tipe dermatitis mudah ditemukan pada kelompok tertentu, seperti anak-anak dan orang dewasa.


Tanda dan Gejala Dermatitis

Gejala yang ditimbulkan oleh dermatitis dapat bersifat ringan hingga berat, tergantung dari lokasi dermatitis terjadi. Pada beberapa orang, dermatitis juga bahkan tanpa gejala. Berikut ini beberapa gejala umum dermatitis yang dapat terjadi dan diamati pada kulit yang mengalaminya:

  • Ruam

  • Melepuh

  • Kulit kering dan pecah-pecah

  • Gatal

  • Nyeri dengan sensasi seperti tersengat atau terbakar

  • Kulit yang berubah warna menjadi kemerahan

  • Pembengkakan kulit

Selain gejala umum di atas, pada beberapa tipe dermatitis dapat ditemukan gejala khas yang menandai tipe dermatitis tersebut seperti berikut ini.

  • Dermatitis atopi atau eksim merupakan dermatitis yang mudah ditemukan pada anak-anak, dan umumnya terjadi di daerah kulit yang lentur di daerah lipatan seperti siku, belakang lutut, dan di leher bagian depan. Pada dermatitis atopi, umumnya timbul plak kering pada kulit yang gatal dan gejala tersebut dapat hilang dan timbul, bergantung dari ada atau tidaknya paparan pemicu dermatitis atopi.

  • Dermatitis kontak terjadi pada daerah yang mengalami kontak dengan bahan penyebab iritasi dan reaksi alergi. Pada dermatitis kontak, sering dijumpai kulit yang melepuh disertai rasa seperti terbakar atau tersengat.

  • Dermatitis seboroik atau yang dikenal dengan istilah ketombe. Pada dermatitis seboroik, timbul kerak pada kulit disertai kemerahan pada daerah kulit yang berminyak seperti kulit kepala, wajah, dan dada.

  • Jenis ini disertai dengan gejala kulit gatal dan sering dipicu oleh stres atau sesuatu yang mengiritasi kulit.

  • Dermatitis numular. Dermatitis jenis ini melibatkan luka oval pada kulit dan terjadi setelah kulit mengalami cedera.

  • Dermatitis stasis. Jenis ini melibatkan perubahan kulit karena sirkulasi darah yang tidak lancar.

  • Dermatitis neglecta. Jenis ini mengacu pada kondisi kulit yang terjadi akibat kebersihan diri yang buruk.

Mengenal Penyakit Depresi

Depresi


Depresi adalah gangguan serius dengan gejala yang nyata

Depresi

Depresi atau major depresive disorder (MDD) adalah gangguan perasaan atau suasana hati (mood) yang menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus dan tidak kunjung menghilang. Individu dapat membuat seseorang kehilangan minat dengan hal-hal yang disukai, kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang normal, dan terkadang merasa hidup tidak layak untuk dijalani.

Depresi terjadi ketika ada perasaan tertekan yang membuat individu merasa sedih selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dan berlarut-larut. 

Depresi adalah suatu gangguan mental yang nyata dengan gejala yang nyata. Berbeda dengan kesedihan yang biasanya, depresi adalah suatu keadaan yang lebih dari hanya sekedar rasa sedih yang dapat menghilang dalam beberapa hari dan tidak dapat hanya dengan kata-kata penyemangat saja serta dapat menganggu kehidupan sehari-hari individu.  Terkadang penderita bahkan tidak sadar sedang mengalami depresi. 

Oleh karenanya, kepekaan orang-orang sekitar, penanganan yang tepat, dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu penderita menghadapi depresi yang dialami.


Tanda dan Gejala Depresi

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), individu dapat didiagnosis mengalami depresi jika gejala-gejala yang dialami tetap ada selama periode dua minggu dan setidaknya tedapat lima gejala yang terlihat dari sembilan gejala-gejala yang dicantumkan. Selain itu, salah satu dari kelima gejala yang dialami haruslah kehilangan minat atau rasa senang, atau suasana hati yang tertekan atau murung. Berikut adalah gejala-gejala dari individu yang mengalami gangguang depresi:

  • Hilangnya minat atau rasa senang pada hampir semua aktivitas (anhedonia).

  • Suasana hati yang tertekan atau murung, pada anak-anak dan remaja, suasana hati dapat berupa kekesalan atau kemarahan. 

  • Gangguan tidur (insomnia atau hypersomnia). 

  • Adanya perubahan berat badan atau gangguan pada nafsu makan yang signifikan, pada anak-anak, hal ini terlihat dalam bentuk kegagalan mencapai kenaikan berat badan yang diharapkan. 

  • Perasaan tidak berharga.

  • Gangguan pada psikomotor (psychomotor retardation), berupa kesulitan untuk melakukan hal-hal sehari-hari, atau kecemasan yang berefek pada psikomotor (psychomotor agitation), seperti mengelilingi ruangan atau mengetuk-ngetukan kaki di lantai. 
  • Kelelahan atau kehilangan energi.

  • Pikiran yang sering atau berulang tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri (secara tidak spesifik maupun adanya rencana yang terperinci), atau usaha untuk bunuh diri. 

  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, keragu-raguan.

Penyebab Depresi

Penyebab depresi tidak sepenuhnya dapat dipahami dan mungkin tidak hanya ke satu sumber. Depresi kemungkinan disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor kompleks yang meliputi:

Biologis, berupa perubahan fisik di otak, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, atau perubahan di zat-zat otak yang mengatur keseimbangan suasana hati. 

Kejadian-kejadian traumatis atau yang mengubah hidup, berupa kehilangan orang yang dicintai, perceraian, masalah pekerjaan, hubungan dengan teman dan keluarga, masalah keuangan, masalah medis atau stress akut, memiliki bayi, dan trauma masa kecil.

Genetik, individu yang memiliki riwayat depresi di keluarganya akan lebih mudah mengalami depresi.

Kepribadian, individu yang memiliki strategi penyelesaian masalah yang kurang berhasil atau trauma pada kehidupan sebelumnya.

Obat-obatan, seperti obat kortikosteroid, beta blocker, dan interferon.

Penyalahgunaan obat, seperti amfetamin.

Cedera kepala.

Pernah mengalami satu episode depresi berat. Hal ini akan meningkatkan risiko untuk terjadinya depresi yang berulang di kemudian hari.

Kondisi kronis, seperti memiliki penyakit diabetes, penyakit paru obstruktif kronik, dan penyakit jantung membuat depresi lebih mungkin dapat terjadi.

Mengenal Penyakit Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue


Pasien penderita demam dengue akhirnya menderita demam berdarah dengue (DBD) dalam 3-7 hari.

Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue (DBD) adalah demam dengue yang telah berkembang tingkat keparahannya. Demam dengue itu sendiri merupakan infeksi yang disebabkan oleh kelompok virus dengue. Virus ini berasal dari nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang terinfeksi dan menggigit seseorang. Jadi, demam dengue tidak ditularkan antarmanusia.

Demam berdarah dengue yang juga disebut sebagai hemorrhagic fever, banyak terjadi di daerah tropis dengan suhu hangat serta area yang basah. Contohnya di Indonesia, wabah dengue umumnya terjadi saat musim hujan.

Gejala yang dialami penderita demam dengue cenderung tidak berat dan biasanya dapat sembuh setelah 7 hari. Akan tetapi, demam dengue sering berlanjut ke tahap DBD dengan penambahan beberapa gejala.

Ciri khas dari DBD adalah kebocoran plasma dari pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan perdarahan yang berujung pada kegagalan sirkulasi darah (dengue shock syndrome), hingga berujung pada kematian.

Salah satu cara mendiagnosis DBD adalah dari hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil tes biasanya menunjukkan trombosit (salah satu komponen darah) yang kurang dari jumlah normalnya. Tidak terdapat pengobatan spesifik untuk mengobati dengue. Perawatan akan berfokus pada penanganan gejala serta pencegahan komplikasi.


Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue

Gejala dengue umumnya berkembang 4-10 hari setelah terinfeksi. Gejala tersebut biasanya berupa:

  • Demam tinggi hingga mencapai 40°C yang terjadi secara mendadak

Terjadi dua atau lebih gejala penyerta di bawah ini:

  • Nyeri kepala

  • Nyeri di belakang mata

  • Nyeri otot, tulang dan sendi

  • Ruam merah pada kulit yang seringkali menyebar

  • Perdarahan, meski jarang

Gejala akan hilang dalam seminggu. Namun penderita tetap dapat merasa kelelahan dan tidak enak badan selama beberapa minggu setelahnya.Sementara itu, demam berdarah dengue ditandai dengan gejala lanjutan berupa:

  • Demam yang berlangsung 2-7 hari, dengan tanda dan gejala umum yang hampir mirip demam dengue.

Kebocoran plasma darah. Ketika demam menurun, gejala lain mulai berkembang dalam 24-48 jam akibat pembuluh darah kecil yang mengalami kebocoran. Hal ini dapat menyebabkan komponen cairan keluar dari pembuluh darah ke peritoneum dan rongga pleural.

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri perut, terutama saat ditekan

  • Muntah (sekurang-kurangnya 3 kali dalam 24 jam)

  • Perdarahan dari hidung atau gusi

  • Muntah disertai darah atau BAB berdarah

  • Mudah lelah

  • Rewel (pada pasien anak)


Mengenal Penyakit Dehidrasi

Dehidrasi


Dehidrasi adalah kondisi tubuh saat kekurangan cairan tubuh, berupa air dan elektrolit

Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan dengan jumlah cairan yang masuk. Jika tidak mendapatkan cukup banyak cairan, tubuh tidak bisa berfungsi dengan normal dan dapat memicu berbagai komplikasi.

Dehidrasi bisa dialami oleh siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa. Penyebab utama dehidrasi pada bayi dan anak-anak adalah diare serta muntah.Sedangkan penyebab utama dehidrasi pada orang dewasa adalah menderita penyakit atau mengonsumsi obat tertentu.

Kekurangan cairan juga bisa terjadi ketika seseorang kurang mengonsumsi cairan di tengah cuaca yang panas dan terlalu lama berolahraga.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2017, ada 1,7 miliar kasus diare di seluruh dunia, yang menewaskan setidaknya 500.000 balita.

Salah satu komplikasi diare adalah dehidrasi, yang menjadi komplikasi dengan jumlah kematian tertinggi. Oleh karena itu, dehidrasi perlu diatasi dengan cara yang tepat.


Tanda dan Gejala Dehidrasi

Salah satu Gejala dehidrasi pada bisa berlainan pada tiap penderita. Namun secara umum meliputi:

Gejala dehidrasi ringan dan sedang pada orang dewasa

  • Rasa haus yang berlebih

  • Kulit kering

  • Jantung berdetak lebih cepat

  • Berkurangnya frekuensi buang air kecil

  • Urine berwarna gelap

  • Kelelahan

  • Sakit kepala

Gejala dehidrasi berat pada orang dewasa

  • Kulit sangat kering

  • Tidak ingin buang air kecil

  • Pusing

  • Denyut jantung meningkat

  • Napas menjadi cepat

  • Mata terlihat cekung

  • Merasa mengantuk, kurang berenergi, atau tidak aktif dibanding biasanya

  • Pingsan atau mengalami penurunan kesadaran

  • Berkurangnya tekanan darah

Gejala dehidrasi pada bayi atau anak-anak

  • Gelisah atau rewel

  • Mulut dan lidah kering

  • Tidak ada air mata ketika menangis

  • Popok kering selama 3 jam

  • Cekung pada mata, pipi atau bagian lembut di atas tengkorak

  • Lesu, mengantuk

Urine berwarna kuning tua (harusnya berwarna kuning pucat)komplikasi diare adalah dehidrasi, yang menjadi komplikasi dengan jumlah kematian tertinggi. 

Oleh karena itu, dehidrasi perlu diatasi dengan cara yang tepat.

Mengenal Penyakit Chikungunya

Chikungunya

 

Chikungunya merupakan penyakit virus yang ditularkan melalui nyamuk.

Chikungunya

Chikungunya adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk dan menyebabkan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini antara lain adalah nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus.

Tanda dan gejala lain termasuk lemas, sakit otot, sakit kepala, pembengkakan sendi, dan ruam. Tanda dan gejala dari chikungunya biasanya muncul dalam 3-7 hari setelah pasien digigit oleh nyamuk yang terinfeksi.

Setiap orang bisa mengalami chikungunya, mulai dari bayi, orang tua, maupun individu dengan kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Tidak ada vaksin untuk mencegah demam chikungunya, dan belum ada pengobatan antivirus yang efektif. Langkah pencegahan adalah cara terbaik untuk menghindari penyakit ini.

Meski begitu, chikungunya jarang menyebabkan komplikasi serius. Untuk meringankan nyeri serta demam, pasien disarankan beristirahat, serta mengonsumsi cairan dan obat-obatan seperti acetaminophen dan ibuprofen.


Tanda dan Gejala Chikungunya

Gejala umum chikungunya meliputi:

  • Demam tinggi yang sering terjadi secara mendadak

  • Nyeri otot dan sendi

  • Pembengkaka sendi

  • Sakit kepala

  • Mual

  • Ruam

  • Peradangan di mata bagian iris (uveitis anterior atau posterior)

Gejala biasanya muncul 3-7 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Kebanyakan penderita akan merasa lebih baik dalam seminggu. Namun pada beberapa orang, nyeri sendi dapat bertahan selama lebih dari sebulan.

Kasus kematian sangat jarang terjadi pada penyakit chikungunya, meski gejala yang dialami bisa berat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sementara. Jika pernah mengalami infeksi chikungunya, maka orang tersebut biasanya kebal terhadap infeksi selanjutnya.


Penyebab Chikungunya

Virus Chikungunya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Kedua nyamuk ini juga menularkan virus demam berdarah. Namun pada virus chikungunya penularannya jauh lebih cepat dibanding virus lainnya yang dapat ditularkan oleh nyamuk.

Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus dapat terinfeksi virus ketika menggigit dan mengisap darah orang yang sudah terinfeksi oleh virus chikungunya. Di dalam tubuh nyamuk, virus tersebut akan menggandakan diri dan menyebar ke jaringan sekunder termasuk kelenjar ludah.

Itulah sebabnya, gigitan nyamuk yang terinfeksi pada manusia dapat menularkan virus tersebut. Sementara itu, virus chikungunya tidak dapat ditularkan secara langsung antarmanusia.

Mengenal Penyakit Campak

Campak


Campak dengan gejala demam, ruam pada kulit, maupun sakit tenggorokan biasanya dapat di temui dari berbagai usia.


Campak

Campak adalah penyakit menular yang mempunyai ciri khas munculnya ruam merah datar di seluruh tubuh penderitanya. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan bahkan fatal, terutama pada bayi dan anak kecil.

Penularan virus campak bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita dan lewat udara. Virus campak pertama akan masuk ke saluran pernapasan, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Gejala pertama penyakit ini biasanya dimulai dengan demam selama 4-7 hari, diikuti dengan batuk serta hidung meler. Ruam merah datar kemudian mulai muncul di leher dan wajah, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Sebelum ditemukan vaksin campak pada tahun 1963, epidemik terjadi di seluruh dunia tiap 2-3 tahun sekali. Diperkirakan terdapat 2,6 juta kematian setiap tahunnya akibat campak.Saat ini, penyakit campak bisa dicegah dengan menjalani vaksinasi. Meskipun angka penyakit sudah turun drastis, jumlah kematian akibat campak diperkirakan 100.000 jiwa per tahun, dengan angka kematian tertinggi pada anak berusia di bawah lima tahun (balita).


Tanda dan Gejala Campak

Gejala campak dapat berbeda-beda sesuai usia penderita dan penyebabnya. Namun secara umum, gejalanya berupa:

  • Demam

  • Batuk kering

  • Pilek

  • Nyeri tenggorokan

  • Mata merah

Bercak putih dengan warna kebiruan di bagian tengah. Bercak ini muncul di dalam mulut dan dikenal sebagai bercak Koplik.

Muncul ruam kulit datar berwarna merah yang kadang menyatu satu sama lain

Mungkin saja ada tanda dan gejala campak yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu yang mendera Anda, konsultasikanlah dengan dokter.


Tahap Perkembangan Campak

Infeksi virus yang menyebabkan penyakit campak memiliki beberapa tahap yang berkembang dalam 2-3 minggu. Tahap-tahap tersebut meliputi:

  • Infeksi dan inkubasi

Pada 10-14 hari pertama setelah infeksi virus campak terjadi, penderita akan mengalami masa inkubasi (durasi dari penularan penyakit hingga muncul gejala). Pada saat inkubasi ini, tidak ada gejala yang dirasakan penderita.

Tanda dan gejala yang tidak spesifik

Campak dimulai dengan gejala demam ringan yang sering disertai oleh batuk, hidung berair, mata merah, dan sakit tenggorokan. Gejala ini biasanya muncul selama 2-3 hari.

  • Sakit dan ruam

Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil, dan sebagian terlihat seperti bercak. Titik dan bercak ini mengelompok dan menyebabkan kulit tampak berwarna merah.Campak akan muncul pertama kali pada wajah. Dalam beberapa hari, ruam akan menyebar ke tangan dan tubuh, lalu ke paha, betis serta telapak kaki.Di saat yang sama, penderita akan mengalami demam yang naik secara drastis sekitar 40-41 derajat Celcius.Ruam campak lalu mulai menghilang dari wajah, dan yang terakhir di paha dan telapak kaki.

  • Periode penularan

Penderita dapat menularkan virus campak pada orang lain dalam waktu delapan hari. Penyebaran ini dimulai empat hari sebelum ruam muncul dan berakhir pada empat hari setelahnya.


Penyebab Campak 

Penyebab utama campak adalah infeksi virus rubeola yang berasal dari family paramyxovirus. Virus ini hidup di lendir hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi.

Ketika penderita campak batuk, bersin, atau berbicara, percikan air liur atau ingusnya akan muncrat ke udara. Orang lain bisa tak sengaja menghirup percikan tersebut dan tertular.

Percikan cairan juga bisa hinggap dan menempel di permukaan benda-benda, dan dapat bertahan hingga beberapa jam.

Apabila Anda menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus campak tersebut dan memegang mata, hidung, atau mulut, Anda dapat terinfeksi.Di samping mewaspadai proses penularan tersebut, beberapa faktor risiko campak di bawah ini juga perlu diwaspadai:

  • Tidak mendapat vaksin campak

  • Melancong ke daerah yang memiliki angka kasus campak yang tinggi

  • Mengalami kekurangan vitamin A. Penderita kondisi ini akan mengalami gejala campak yang lebih parah dan lebih rentan terkena komplikasi.

Mengenal Penyakit Cacar Air

Cacar Air


Penyakit ini merupakan penyakit yang bisa didatangi pada siapapun yang di tandai dengan munculnya bintik merah berisi-kan cairan di kulit yang disebut cacar air

Cacar Air

Cacar air adalah penyakit yang terjadi karena infeksi virus varicella zoster. 

Gejalanya berupa munculnya bintil-bintil merah berisi cairan pada kulit.Pada kasus dewasa, gejala cacar air umumnya lebih berat daripada cacar air yang dialami oleh anak-anak. Pada kasus tertentu, penyakit ini juga mungkin mengakibatkan komplikasi yang serius.

Penyakit cacar air sangat menular, terutama pada orang yang belum pernah mengalaminya atau belum menjalani vaksinasi.

Sebelum adanya vaksin cacar air, hampir semua orang pernah terkena cacar air sebelum berumur 18 tahun. Namun sejak adanya vaksin, jumlah kasus cacar air menurun drastis.

Vaksin cacar air termasuk aman untuk dijalani dan sangat efektif untuk mencegah cacar air maupun komplikasinya. Karena itu, semua prang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini.


Tanda dan Gejala Cacar Air

Gejala cacar air biasa muncul sekitar 10-21 hari setelah seseorang pertama kali terpapar virus. Keluhan ini umumnya akan sembuh setelah 5-10 hari.Secara umum, gejala cacar air meliputi:

  • Ruam dan bintil-bintil merah di kulit

  • Demam di atas 38ºC

  • Gatal-gatal

  • Pegal-pegal

  • Tidak nafsu makan

Penyebab Cacar Air

Penyebab cacar air adalah infeksi virus varicella zoster. Virus ini bisa menyebar dengan sangat cepat.

Penularan virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan ruam cacar air, atau lewat udara saat pengidap cacar air batuk maupun bersin.


Faktor Resiko Cacat Air

Terdapat beebrapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena cacar air. Faktor-faktor risiko ini meliputi:

  • belum pernah mengalami cacar air

  • Tidak menerima vaksinisai cacar air

  • Tinggal di area padat penduduk atau serumah dengan banyak orang, sehingga memudahkan penyebaran cacar air

Orang yang sudah pernah mengalami cacar air atau menjalani vaksin biasanya telah memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Jika tertular pun, gejalanya akan lebih ringan. Misalnya, jumlah bintil lebih sedikit ruam dan tidak demam.

Sebagian orang dapat mengalami cacar air lebih dari dua kali selama hidupnya. Namun kasus ini jarang ditemukan.

Mengenal Penyakit Bau Badan

Bau Badan



Bau Badan merupakan kondisi yang membuat tidak nyaman dalam beraktifitas ini termasuk salah satu penyakit yang mungkin belum kita kenal.

Bau Badan

Bau badan memiliki nama medis bromhidrosis. Kondisi tersebut digambarkan sebagai bau badan tak sedap yang terkait keringat. Keringat yang bertemu bakteri di kulit inilah yang menyebabkan munculnya bau.Pada prinsipnya, keringat sendiri tidak berbau. 

Ketika keringat menimbulkan bau badan, kondisi itu bisa juga disebut dengan metode klinis lain yaitu osmidrosis atau bromidrosis.  

Salah satu yang sering menjadikan badan berbau adalah keringat dari ketiak.Bau ketiak ini bisa dialami seseorang dari waktu ke waktu. Seseorang yang berkeringat lalu bercampur dengan bakteri, saat keringatnya mongering maka akan timbul bau badan yang tidak sedap. 

Kondisi ini sering sekali membuat seseorang mengalami rendah diri.Padahal, kondisi ini merupakan kondisi yang umum dihadapi oleh kebanyakan orang. 

Kondisi ini sendiri sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Beberapa langkah bisa diambil untuk meminimalkan, mencegah, dan menghilangkan bau badan. Langkah tersebut bisa berguna untuk meredakan kecemasan atau rasa minder.


Penyebab bau Badan

Penyebab bau badan adalah keringat yang merupakan fungsi normal tubuh untuk melindungi seseorang dari kondisi terlalu panas. Di dalam tubuh manusia, ada 2 hingga 4 juta kelenjar keringat di tubuh. Sebagian besar adalah kelenjar keringat ekrin, dan sisanya tentu saja kelenjar keringat apokrin.

Beberapa hal di bawah ini bisa menyebabkan seseorang memiliki bau badan:

  • Keringat dari kelenjar ekrin yang mongering

  • Keringat dari kelenjar apokrin bercampur dengan bakteri

  • Mengalami pubertas sehingga kelenjar keringat menjadi lebih aktif

  • Memiliki kelainan medis sehingga berkeringat lebih banyak daripada orang pada umumnya

  • Memiliki kondisi hiperhidrosis alias kelenjar keringat terlalu aktif

  • Kelenjar tiroid terlalu aktif

  • Konsumsi makanan tertentu seperti bawang putih

Selain beberapa kondisi di atas, faktor risiko di bawah ini juga bertanggung jawab terjadinya bau badan:

  • Kelebihan berat badan

  • Konsumsi makanan pedas dan berbau menyengat

  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti:

  • Diabetes

  • Masalah pada ginjal

  • Kondisi hati bermasalah

  • Kelenjar tiroid terlalu aktif

  • Stres

  • Faktor genetik

  • Keringat berlebih, seperti pada mereka yang menopause

Mengenal Penyakit Batuk Pilek

Batuk Pilek



Batuk pilek merupakan penyakit pernapasan yang paling menular dan juga paling populer. Penyebab utama batuk pilek adalah virus influenza.

Batuk Pilek

Batuk flu mengadakan benih kuman fotosintesis yg paling menular & pula paling masyhur. Disebut masyhur awal mendekati serata umat kawin tertular benih kuman ini, terlebih kala kepenatan atau terlalu kuno terguyur hujan. Oleh karenanya hadirat Bahasa Inggris benih kuman ini disebut commond cold.

Penyebab utama influenza biasa adalah virus influenza. Virus ini menyerang hidung dan tenggorokan dan menyebabkan gejala seperti batuk dan pilek (drop dengan counter hidung).

Tanda dan Gejala Batuk Pilek

  • Demam
  • Bersin
  • Badan Lemas
  • Sakit Tenggorokan
  • Gatal Tenggorokan
  • Batuk
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Suara serak

Penyebab Terjadinya Batuk Pilek

Penyakit ini disebabkan oleh berbagai jenis virus, namun di samping dari influenza, virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV), coronavirus, adenovirus dan human parainfluenza virus (HPIV).Virus ini menyebar melalui bersin dan batuk.
Masa inkubasi (waktu yang dibutuhkan untuk virus berkembang hingga menimbulkan penyakit) adalah antara satu hingga empat hari.

Mengenal Penyakit Batu Empedu

Batu Empedu



Batu empedu merupakan penyakit yang terdapat dua tipe empedu, yaitu batu empedu kolestrol dan batu empedu pigmen.

Batu Empedu

Batu empedu adalah endapan pencernaan yang mengeras yang terbentuk di kantong empedu. Kantung empedu adalah organ kecil berbentuk buah pir yang terletak di sisi kanan perut, tepat di bawah hati. 

Ukuran batu empedu bervariasi, mulai dari ukuran pasir hingga ukuran bola golf. Beberapa pasien hanya memiliki satu batu empedu. Pada saat yang sama, pasien lain mungkin memiliki beberapa batu empedu pada saat yang bersamaan.

Batu empedu yang menekan atau menyumbat duktus sistikus dapat menyebabkan nyeri dan menyebabkan nyeri perut, yang dapat berlangsung lama (1-5 jam) dan gejala lainnya. Dalam kedokteran, kondisi ini disebut cholelithiasis. 

Ketika seorang pasien mengalami gejala batu empedu tertentu, diperlukan perawatan khusus berupa pembedahan untuk menghilangkan batu empedu. Namun, dalam beberapa kasus, pasien tidak akan merasakan gejala apa pun, sehingga tidak diperlukan perawatan atau pengobatan khusus.


Tanda dan gejala Batu Empedu

  • Nyeri pada bagian perut bagian tengah atau kanan atas secara tiba-tiba

  • Nyeri mendadak yang terasa sangat cepat dibagian tengah daerah perut, tepatnya berada di bawah tulang rusuk

  • Nyeri pada bagian tubuh belakang diantara bahu

  • Nyeri bahu sebelah kanan

  • Nyeri dada

  • Nyeri dan Mual


Penyebab Terjadinya Batu Empedu

Batu empedu memiliki beberapa tipe yang berdasarkan pembentukannya, yaitu batu empedu kolesterol dan batu empedu pigmen,

  • Batu empedu Kolesterol 

Jenis penyakit batu empedu yang paling umum adalah batu empedu kolesterol, yang berwarna kuning. Terbentuknya batu empedu karena kolesterol belum dipecah dan mengandung komponen lain.

  • Batu emoedu pigmen

Bila ada terlalu banyak bilirubin dalam empedu, batu coklat atau hitam ini bisa terbentuk.


Faktor Resiko Batu Empedu

  • Jenis kelamin perempuan

  • Usia 40 tahun Keatas

  • Obesitas berat badan

  • Kurang gerak

Senin, 05 Juli 2021

Mengenal Penyakit Alergi

Alergi



Alergi merupakan suatu penyakit yang bisa di sebabkan berbagai macam hal, mulai dari serbuk sari, bulu hewan, hingga makanan.

Alergi

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap benda asing yang dianggap berbahaya oleh tubuh. Benda asing ini disebut juga alergen (pemicu alergi).

Pada orang tanpa alergi, alergen biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, sistem kekebalan penderita alergi melihat alergen sebagai ancaman bagi tubuh, sehingga menyerang alergen dan memicu reaksi alergi.


Tanda dan Gejala Alergi

Gejala setiap alergi memiliki keberagaman. Berikut Jenis alergi :

  • Alergi makanan

Alergi makanan dapat menyebabkan pembengkakan, kaligata, mual, rasa lelah yang berlebihan, dan sebagainya.

  • Alergi musim (cuaca)

Alergi ini biasanya disebut hay fever atau rinitis alergi. Gejalanya mirip dengan gejala flu.

  • Alergi gigitan serangga dan pemakaian obat-obatan

Alergi ini dapat menyebabkan  pembengkakan yang luas di sekitar area gigit-an, rasa gatal, batuk-batuk, mengi, dan rasa sesak napas.

  • Alergi pada kulit

Alergi ini termasuk alergi yang umum pada manusia. Alergi ini muncul pada saat pemaparan alergen yang langsung ke kulit. Gejalanya berupa ruam kemerahan, eksim yang gatal, sakit tenggorokan, biduran, pembengkakan mata, dan sensasi panas seperti terbakar.


  • Anafilaksis

Reaksi pada alergi ini dapat menimbulkan masalah serius yang disebut anafilaksis. Gejala ini berupa :
1. Kesulitan bernapas
2. pusing
3. pingsan
4. rasa kerongkongan seperti menyempit
5. sensasi hendak pingsan

Penyebab dari munculnya sebuah alergi berupa faktor dari genetik dan juga mengidap penyakit tertentu.
Jenis pemicu alergi (alergen) berupa serbuk sari, bulu binatang, makanan, sengatan serangga, obat- obatan, dan yang lainnya.

Mengenal Penyakit Air Mata Darah

Air Mata Darah



Air Mata merupakan kelenjar yang diproduksi oleh proses larikmasi. Berbeda dengan ini air mata darah biasa disebut hemoklaria.

Air Mata Darah

Kondisi langka yang terjadi, seseorang dapat mengeluarkan air mata darah. Adanya darah dalam air mata disebut juga sebagai hemoklaria dalam bahasa medis. Kondisi ini muncul dikarenakan berbagai hal seperti cedera, perubahan hormon, atau sebagai gejala penyakit tertentu.

Air mata yang normal terdiri dari beberapa lapisan, yakni lapisan air, minyak, dan juga lendir. Berdasarkan penyusunan air mata memiliki beberapa fungsi, yakni :

  • Membentuk serta mempertahankan permukaan kornea untuk selalu rata dan licin sehingga dapat mempertahankan ketajaman penglihatan saat berkedip.
  • Mengalir membersihkan kotoran debu yang masuk kedalam mata.
  • Sebagai pelumas ketika mata berkedip agar saat menggerakkan bola mata kesegala arah dapat terasa nyaman.

Penyebab Air Mata Darah

Berikut penyebab terjadinya air mata darah :

1. Cedera Konjungtiva

Konjungtiva adalah jaringan bening diatas sklera atau bagian putih mata.

2. Kelainan Darah

Kelainan darah, seperti hemofilia yang dapat menyebabkan perndarahan berlebih.

3. Lesi pada pembuluh darah (granuloma piogenik)

granuloma piogenik adalah tumor jinak vaskular yang bisa tumbuh di konjungtiva untuk mengalirkan air mata.

4. Mimisan

Mimisan (epistaksis) merupakan pendarahan dari bagian hidung.

5. Hipertensi yang tidak terkontrol

Meski jarang terjadi, hipertensi (tekanan darah tinggi) yang tidak diobati dapat menyebabkan air mata darah.

Dan masih banyak lainnya.


Mengenal Penyakit Adenoma Bronkus

Adenoma Bronkus



Penyakit satu ini berada didalam paru-paru yang disebut dengan adenoma bronkus. Biasanya karakter ini bermula di kelenjar mukosa, saluran pernapasan (bronkus), dan kelenjar air liur

 Adenoma Bronkus

Adenoma bronkus merupakan jenis kanker yang tergolong langka. Kanker ini biasanya bermula pada kelenjar mukosa, saluran pernapasan (bronkus atau trakea), dan kelenjar air liur.

Meskipun arti dari kata adenoma adalah tumor jinak, akan tetapi kebanyakan jenis adenoma bronkus ini termasuk kanker yang dapat menyebar kebagian tubuh lainnya.

Tumor yang terjadi  pada adenoma bronkus membesar secara lambat dan berpotensi menjadi ganas. Beperapa jenis adenoma bronkus iyalah karsinoid, karsinoma kistik adenoid, dan karsinoma mukoepidemoid.


Tanda dan Gejala pada Adenoma Bronkus

Adenoma Bronkus bisa saja tetap tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun karena ukurannya yang kecil pada tumor dan juga dengan perkembangan yang lambat. Gejala ini juga tergantung pada keletak-kan tumur yang berada pada posisi, misalnya di tengah ataupun di bagian  tepi jalannya pernapasan.

 Gejala yang diwaspadai biasanya seperti, sesak napas, demam, stridor (bunyi yang mengorok yang muncul setiap tarikan napas disaat tidur), mengi, dan juga batuk-batuk.


Penyebab Adenoma Bronkus

Seperti kanker pada umumnya Adenoma Bronkus juga belum bisa dipastikan apa penyebab dari penyakit ini. Namun beberapa faktor berikut bisa mempertinggi resikonya :

  • Faktor keturunan

Dengan faktor genetik ini mungkin saja berperan dalam menyebabkan beberapa jenis adenoma bronkus. Orang yang memiliki penyakit bawaan multiple endocrine neoplasie tipe 1 (MEN-1 ) lebih beresiko mengalami adenoma bronkus.

  • Faktor radiasi

Orang yang pernah mengalami radiasi pada bagian kepala dan leher mungkin lebih mengalami adenoma bronkus tipe karsinoma mukoepidermoid.


Cara Mengobati Adenoma Bronkus

Tipe dari pengobatan adenoma bronkus tergantung dari jenis dan stadium kanker, usia, kondisi kesehatan, dan penderita lainnya. Berikut beberapa cara pengobatannya :

  • Operasi 

Langkah ini merupakan penanganan adenoma bronkus yang utama setelah mempertimbangkan bahwa tipe kanker tersebut layak di operasi.

  • Terapi radiasi

Terapi ini menggunakan X-ray energi untuk membunuh sel kanker.

  • Kemoterapi

Terapi ini menggunakan obat intravena atau obat minum untuk membunuh sel-sel kanker yang ada.

  • Imunoterapi

Kemampuan ini menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan kemampuan sel pada imun dalam menghancurkan sel kanker.

  • Targeted-Therapy

Terapi ini memiliki target yang lebih spesifik, yaitu protein atau gen yang menyebab-kan kanker. 

Mengenal Penyakit Achondroplasia

Achondroplasia



Achondroplasia merupakan gangguan pertumbuhan pada tulang manusia yang menyebabkan kerdil yang tidak propsional

Mengenal Achondroplasia

Achondroplasia adalah gangguan pertumbuhan tulang yang menyebabkan gangguan proporsi tubuh yang pendek atau kerdil. Kerdil atau Dwarfism merupakan kondisi medis yang ditandai dengan tubuh pendek meskipun sudah berusia dewasa, 

Kondisi ini merupakan suatu kelainan genetik yang terjadi ketika terdapat kelainan pada salah satu jenis protein didalam tubuh, yaitu firoblast growth factor receptor. Protein tersebut berfungsi secara tidak normal dan memperlambat pertumbuhan tulang pada lempeng pertumbuhan. Hal ini menyebabkan tulang menjadi pendek, berukuran yang tidak normal, dan postur tubuh yang pendek.


Achondroplasia terjadi pada 1 dari 26.000 hingga 40.000 bayi, baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki resiko yang sama untuk terkena kondisi ini. Selain itu juga, sekitar 20-50% anak yang lahir dengan achondroplasia juga akan mengalami gangguan sistem pada sarafnya.


Kurang lebih gejala dari achondroplasia itu seperti lengan dan kaki pendek, dahi besar dan menonjol secara abnormal. Faktor resiko yang terjadi adalah kelainan genetik.


Metode yang diganakan dalam metode diagnosis achondroplasia yaitu dengan tes genetik, x-ray, dan tes darah. Pengobatannya pun dengan melakukan operasi dan juga perawatan gigi.


Komplikasi Achondroplasia

Komplikasi achondroplasia dapat berupa :

  • Apnea yang merupakan kondisi yang ditandai dengan tidak bernapas dalam periode waktu tertentu. seperti operasi pengangkatan amandel.

  • Infeksi telingan berulang dengan kondisi yang perlu ditangani agar tidak terjadi gangguan pendengaran.

  • Hidrosefalus yang merupakan cairan didalam otak.

  • Gangguan postur tubuh seperti kifosis yang dapat terjadi, namun biasanya hilang dengan sendirinya ketika anak mulai berjalan.

  • Kelainan gigi dengan gigi yang tidak rata.

  • Obesitas berat badan yang berlebihan

Minggu, 04 Juli 2021

Mengenal Penyakit Abses Ginjal

Abses gijal


Abses adalah istilah untuk terkumpulnya nanah di bagian tubuh apapun, termasuk pada bagian ginjal

Mengenal Abses Ginjal

Abses Ginjal adalah terkumpulnya nanah pada bagian ginjal, termasuk abses dalam rongga perut yang sangat jarang terjadi dan seringkali tidak terdeteksi.

Pasalnya, gejala yang terjadi pada abses ginjal cenderung tidak spesifik, sehingga penentuan diagnosis menjadi sulit. Yang berakibat kerap keterlambatan dalam pengobatan.

Dengan keterlambatannya pengobatan abses ginjal bisa berdampak fatal dikarenakan dapat menyababkan komplikasi serius. Misalnya peritonitis (infeksi pada peritoneum atau pembungkus organ perut), infeksi si kulit sekitar abses ginjal, bahkan penyebaran infeksi hingga ke rongga dada.

Maka dari itu, dengan menegenali gejala pada abses ginjal secara dini sangatlah penting agar penderita segera bisa mendapatkan penanganan yang tepat.


Tanda dan gejala Abses Ginjal

Gejala abses ginjal berupa :

  • Demam dan menggigil

  • Nyeri pada bagian area perut

  • Perasaan tidak nyaman pada tubuh yang tidak dapat dideskripsikan

  • Penurunan Berat Badan

  • Nyeri saat buang air kecil

  • Air seni bisa keruh dan berdarah

Penyebab Abses Ginjal

Penyebab abses ginjal adalah dengan adanya infeksi bakteri yang menyebar dari saluran kemih bawah. Hanya saja tidak semua orang yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK) pasti akan berujung pada akses ginjal.

Berikut beberapa Faktornya :
  • Perandangan ginjal

  • Penyakit batu ginjal

  • DIabetes mellitus
Oleh karena itu, Pentingnya bagi kita menjaga Ginjal tetap sehat sedari dini.

Mengenal Penyakit Abses GiGi

Abses Gigi


Abses Gigi merupakan salah satu penyakit dengan rasa nyeri yang disebebkan oleh infeksi pada bakteri.

Abses gigi ini dapat dicegah dengan membersihkan gigi secara teratur menggunakan benang gigi atau pasta gigi berflorida.

Mengenal Abses Gigi

Pengertian Abses Gigi

Abses gigi adalah kumpulan nanah di dalam gigi, gusi, ataupun tulang penyanggah gigi. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai infeksi dari bakteri.

Abses dalam mulut dapat di kelompokkan berdasarkan lokasinya. Abses di ujung gigi disebut dengan Abses Periapikal. Sementara abses pada gusi di sebut dengan Abses Periodontal.

Abses Gigi ini dapat menimbulkan rasa nyeri bagi penderitanya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengobati abses dengan secepat mungkin.

Bantuan dari Dokter Gigi sangat diperlukan dalam mengatasi abses gigi tersebut. Pasalnya, abses gigi tersebut tidak bisa di sembuhkan dengan sendirinya dan akan menyebar luas ke bagisan lainnya.

Tanda dan Gejala Abses Gigi

  • Gejala pada abses gigi pada umumnya sebagai berikut :
  • Rasa sakit berdenyut di gigi atau gusi yang datang secara tiba-tiba dan semakin memburuk
  • Rasa sakit yang menyebar ke telinga, rahang, dan juga leher pada posisi yang sama
  • Rasa sakit yang memburuk ketika berbaring dan dapat mengganggu tidur
  • Kemerahan dan bengkap pada wajah
  • Gigi goyang dan berubah warna
  • Gusi mengkilap, merah, dan bengkak
  • Demam
  • Bau Mulut
  • Kelenjar getah bening membengkak
Penyebab Abses Gigi

Penyebab pada abses gigi tersebut terbagi menjadi 2, Diantaranya ialah :

  • Penyebab abses perapikal

    Abses dapat terbentuk di ujung akar gigi karena bakteri yang masuk melalui lubang gigi. Dengan semakin luasnya lubang pada gigi, maka bakteri semakin masuk kedalam hingga dapat membentuk abses di ujung akar gigi.
  • Penyebab Abses Periodontal

    Bakteri yang terdapat pada plak gigi juga menginfeksikan gusi dan menyebabkan radang gusi. Kondisi ini menyebabkan jaringan lunak dan permukaan akar gigi yang tadinya saling menempel menjadi terpisah dan membentuk sebuah seperti kantung.
Cara Mengobati Abses Gigi

Pengobatan pada abses gigi dilakukan dengan menghilangkan sumber infeksi dan mengeluarkan nanah pada lokasi abses. Sejumlah perawatan yang di perlukan :

  • Mencabut gigi yang terkena abses
  • Perawatan saluran akar
  • Insisi dan drainase

Mengenal Penyakit Abdominal Migraine

Abdominal Migraine



Abdominal Migraine sebuah penyakit dengan rasa nyeri pada abdomen atau perut. kondisi ini lebih sering di jumpai pada anak-anak 7-10 tahun.


Abdominal Migraine

Abdominal Migraine adalah suatu kondisi yang diduga terkait dengan migraine dan di tandai dengan gejala nyeri perut. Hal ini sering dipicu oleh migraine yang bias. Rasa sakitnya bisa lebih parah, dan dapat memicu mual serta muntah.

Kondisi ini lebih sering dijumpai pada anak-anak di usia 7-10 tahun khususnya. Anak perempuan juga lebih beresiko mengalami abdominal migraine. Namun, tidak menutup kemungkinan juga dengan orang dewasa yang juga dapat mengalaminya.

Biasanya kondisi ini dapat serupa dengan beberapa kondisi lainnya yang menyebabkan timbulnya gejala nyeri perut pada anak seperti IBS (Irritable Bowel Syndrome) atau penyakit Crohn. Anak-anak yang menderita abdominal migraine dapat memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami sakit kepala migraine ketika dewasa.

Tanda dan gejala abdominal migraine

Gejala utama abdominal migraine ialah Nyeri Peurt yang hilang timbul. Biasanya nyeri berlokasi di bagian tengah perut dan bersifat tumpul. Nyeri dapat muncul dan bertahan selama 1 jam hingga berhari-hari.

Selain nyeri yang dirasakana, ada beberapa gejala lainnya sebagai berikut :

  • Mual
  • Muntah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Kulit pucat
Penyebab abdominal migraine

Hingga pada saat ini, penyebab Abdominal Migraine belum dapat diketahui.
Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan resiko seseorang dapat mengalaminya.

Faktor-faktor resiko Abdominal Migraine  tersebut :
  • Riwayat keluarga yang mengalami migraine kepala
  • Jenis kealmin perempuan
  • Mengkonsumsi daging, olahan coklat, dan makanan lainnya yang mengandung nitrat dan bahan-bahan kimia
  • Kelelahan
  • Mabuk kendaraan
Cara mengobati abdominal migraine

Cara mengobati Abdominal Migraine pada umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien yang smengalami kondisi tersebut.

pilihan obat Abdominal Migraine  biasnya :

  • ibuprofen atau paracetamol
  • obat anti mual
  • obat migraine triptan, seperti sumatriptan dan zolmitriptan yang merupakan satu-satunya obatr triptan yang di setujui oleh Food dan Drug Administration (FDA) AS untuk anak di atas 6 tahun

Mengenal Penyakit Aase-Smith Syndrome

penyakit  Aase-Smith Syndrome



Aase-Smith Syndrome

Aase-Smith Syndrome adalah kelainan genetik yang di tandai dengan gejala anemia serta kelainan pada struktur tulang dan sendiAase-Smith Syndrome dianggap sebagai kelainan bawaan resesif autosomal. Dasar pada genetik penyakit ini tidak dapat di ketahui. Anemia ini disebabkan oleh keterbelakangan sumsum tulang yang merupakan tempat pembentukan sel darah.

Nama dari penyakit ini diambil dari nama dokter yang pertama kali meneliti, yaitu dokter anak dari Amerika Serikat yang bernama Jon Morton Aase dan David Weyhe Smith. Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1968. 

Aase-Smith Syndrome sangat jarang terjadi. Prevalensinya di dunia bahkan kurang dari 1/1.000.000. dengan  Rata-rata penyakit ini hanya di derita oleh 20 orang dari penduduk di seluruh dunia.

Penyakit ini adalah penyakit yang di tangani oleh Dokter Spesialis penyakit dalam. Gejala yang di dapatkan pada penyakit ini seperti Ibu jari yang lebartriphalangeal, bibir sumbing, Kelainan katup jantung, dan Kelainan pada tulang selangka.

Faktor resiko yang didapatkan adalah Mutasi Gen. Metode diagnosis berupa Pemeriksaan fisik, tes darah, dan pungsi lumbal. Dengan pengobatan transfusi darah, obat-obatan transplantasi sumsum tulang. Obatnya adalah Prednise

Komplikasi yang didapatkan berupa Tubuh yang lemah, Mudah Lelah, Bayi yang lahir dan Meninggal.

Untuk penyaranan pada saat Penyakit datang harus di bawa langsung ke Dokter pada saat Mengalami gejala-gejala Aase-Smith Syndrome tersebut.

Mengenal Penyakit Covid-19 atau Virus Corona

Covid-19



Baru baru ini Dunia di gencarkan dengan sebuah wabah Virus yang menyeramkan yang menutup semua aktivitas Manusia serta membuat banyak kerugian hingga menyebabkan kematian bagi Sebagian orang di semua Negara di Dunia ini

Wabah ini dinamakan dengan Virus Corona ( Covid-19 )

Virus Corona ( covid-19 )

Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan dan bisa memicu banyak gejala. Mulai dari batuk, pilek, demam, hingga pneumonia akut. Virus ini beresiko fatal yang dapat meningkat apabila infeksi ini dialami oleh orang-orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

Virus ini sudah menyebabkan angka kematian yang cukup banyak di berbagai penjuru masing-masing Negara. Bahkan di Indonesia pun virus ini sudah Terkonfirmasi 2.284.084 penduduk 04/07/2021
Dengan kesembuhan yang dimiliki sebanyak 1.928.274 dan yang telah Meninggal sebanyak 60.582 penduduk Indonesia.

Gejala tersebut dapat di lihat pada rasa sakit seperti demam, gejala flu seperti batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan, dan terakhir sesak napas.

Oleh karena itu dengan ini, Marilah kita Menjaka kesehatan dengan mengikuti Protokol kesehatan yang di tentukan oleh Negara dan Menjaga diri masing-masing dalam Melindungi Diri yang ber-harga

Mengenal Penyakit Ebola

Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi Ebola Ebola adalah penyakit mematikan yang tepatnya ...